Po-Nie’s Diary

Posting pertama!! ~poppy

Posted by: Poppy Tini on: Agustus 16, 2008

Hmm, di posting pertama biasanya itu ngapain ya? Jadi bingung aku. Sebenarnya aku punya cerita menarik kemarin. Cerita yang akan ditertawakan teman-teman sekelasku kalau mereka tahu tentang ini.

Hari Jumat, 25 Juli, kemarin adalah hari yang paling apes buat aku. Dimulai pada pagi hari sebelum aku berangkat sekolah, aku memeriksa isi tasku berkali-kali dan aku tidak menemukan hal yang ganjil di sana. Aku hanya takut lupa membawa buku dan akhirnya nanti malah disuruh lari keliling lapangan (mungkin).

Sebelum keluar dari mobil, aku baru ingat. Aku melupakan sesuatu yang ternyata bukan buku. Benda itu adalah pasminah dan air garam yang telah kusiapkan semalam. Tapi apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, yang artinya aku sudah sampai di sekolah dan waktu tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah dikarenakan kakakku yang tiap hari bertugas mengantarku harus pergi juga ke kampus. Akhirnya aku minta maaf kepada teman sekelompokku karena lupa membawa air garam tersebut. Padahal air garam itu di gunakan untuk menyiram praktikum kecambah kami. Untung saja kami boleh meminta sedikit garam di dapur sekolah dan mencampurnya dengan segelas air mineral.

Saat istirahat, kami, kelas XII IPA-1 dibuat gempar dengan berita bahwa guru bahasa inggris kami akan diganti untuk 1 jam mata pelajaran di hari itu. Aku tidak perlu menyebutkan nama gurunya, tapi yang jelas guru itu bisa disebut “killer”. Bel berbunyi tanda kelas akan segera dimulai lagi, kami langsung dihadapkan dengan pelajaran matematika yang berlangsung selama 45 menit. Kemudian bel pun berbunyi kembali, jantung kami semua pun serasa dipacu. Salah seorang temanku ada yang mencegah guru matematika untuk meninggalkan kelas, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan. Guru itu pun datang, membuat jantungku berdetak lebih cepat dan tanganku pun menjadi dingin. Namun, selama beliau mengajar aku tidak merasakan kegugupan seperti saat aku bertemu beliau di kelas X. Kali ini beliau lebih ramah.

Kelas pun selesai, aku berbagi tugas dengan temanku untuk membawa kecambah. Aku keluar kelas tanpa beban, dan bernyanyi dengan riang di mobil sepanjang perjalanan pulang. Sesampai di rumah ketika aku hendak ganti baju, aku melihat label kecambah yang aku bawa. Ya Allah! E9 kan bukan punya kelompokku!! Ternyata tertukar, yang harusnya aku bawa A7, D7, dan E7. D7 tertukar dengan E9. Gawat banget, mana bapakku sedang sholat Jumat, jadi tidak ada yang bisa mengantarkan aku untuk kembali ke sekolah menukar gelas kecambah itu. Tapi keraguanku saat itu adalah jika kelas telah dikunci dan terlebih lagi kelompok 9 telah membawa pulang semua kecambah mereka. Perasaanku jadi makin tak enak kepada kelompok 9, segera aku pergi ke sekolah lagi setelah bapakku pulang sholat. Aku berdoa selama perjalanan. Akhirnya… Ya Allah, alhamdulillah… Ternyata kelas belum dikunci dan kelompok 9 juga belum membawa pulang gelas mereka. Jadi aku bisa dengan mudah meletakkan gelas E9 itu kembali tanpa rasa bersalah. Hahaha, jahatnya…. (n_n)

Tinggalkan Balasan


  • pajir: lucu gak jelas gitu harus berguru ma aku ya he he he he
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori